Minggu, 13 November 2011

Pengawatan Dasar PLC

Berikut ini adalah contoh pengawatan dasar PLC: 

Gambar 2  Dasar  Pengawatan I/O PLC

Keterangan:
L1               = Fasa 220V
L2               = Netral
Co               = Common Input
00-05          = Input Alamat
GND          = Ground
NC              = Normaly Close
P                 = Tegangan Positive +24V
N                = Negative (-)
00-03          = Output PLC
Co-C2         = Common Output


1.      Pengawatan Dasar PLC, Tanpa Pengawatan I/O
            a.       Hubungkan L1 ke Fasa 220V
            b.      Hubungkan L2 ke Netral
            c.       Hubungkan GND ke Ground

2.      Pengawatan I/O
            a.       Hubungkan semua Com (COM,C0,C1,C2) dengan Netral, ini berguna untuk menandai bahwa 
                  PLC ini akan aktif low.
            b.      Untuk inputan (switch/saklar), hubungkan kali 1 saklar dengan P (Tegangan Positive +24V)      
                  kemudian untuk kaki 2 saklar hubungkan ke INPUTAN.
            c.      Untuk outputan (relay), hubungkan kali 1 coil relay dengan P (Tegangan Positive +24V) kemudian 
                  untuk kaki 2 coil relay hubungkan ke OUTPUTAN.


            Silahkan mencoba, bila kurang mengerti bias ditanyakan lebih detailnya ke saya. Sekian terimakasih.

Kamis, 03 November 2011

Penyalaan 3 Buah Motor AC Secara Bergantian Berbasis PLC

       Postingan kali ini saya akan membahas mengenai bagaimana menyalakan 3 buah motor AC secara bergantian dan simultan menggunakan PLC (Programabel Logic Control). G usah basa-basi, langsung saja kita lihat caranya!!!! ^_^

ini dia PLC-nya yang digunakan PCM1A

1. Keterangan I/O


      2. Ladder Diagram


      3. Tabel  Mnemonik



      4.  PRINSIP KERJA
                     Saat tombol START (alamat 00000) ditekan maka semua alamat 05000 (OUT 05000 dan LD   05000) akan ikut aktif sehingga pada saat tombol START dilepaskan maka alamat 05000 ini akan terus aktif (arus yang semula melewati alamat 00000 akan berganti melewati alamat 05000). Saat alamat 05000 (OUT 05000) aktif maka akan mengaktifkan TIM 000, saat timer aktif dan telah mencapai setting waktu (5 detik) maka alamat OUT 01000 akan aktif dan motor 1 akan menyala, selain mengaktifkan alamat OUT 01000 juga akan mengaktifkan TIM 001. Saat timer aktif dan telah mencapai setting waktu (5 detik) maka alamat OUT 01001 akan aktif dan motor 2 akan menyala, selain mengaktifkan alamat OUT 01001 juga akan mengaktifkan TIM 002. Saat timer aktif dan telah mencapai setting waktu (5 detik) maka alamat OUT 01002 akan aktif dan motor 3 akan menyala. Untuk mematikan program maka tombol STOP harus ditekan (alamat AND NOT 00001). Saat tobol STOP ditekan maka akan memutuskan aliran dari alamat OR 05000 ke OUT 05000 akan terputus, sehingga semua alamat 05000 (OUT 05000 dan LD 05000) akan tidak aktif dan tidak akan ada aliran arus ke output atau motor.

Rabu, 02 November 2011

KONTROL PENYALAAN LAMPU DAN BEL PADA PABRIK MENGGUNAKAN AT89S51

           Postingan saya kali ini akan membahas mengenai bagaimana mengontrol penyalaan lampu dan bel pada pabrik menggunakan AT89S51. Sekilas mengenai rangkaian dan program ini yaitu disini terdapat 2 komponen utama, yaitu program pada delphi dan rangkaian minimum sistem AT 89S51. Program pada delphi berfungsi sebagai seting waktu kapan lampu dan bel harus menyala. Untuk rangkaian minimum sistem berguna sebagai saklar atau antarmuka dari program delphi yang ada di komputer dengan lampu dan bel yang berada pada tempatnya. Untuk menghubungkan antara PC dengan minimum system menggunakan PARALEL PORT. Untuk lebih jelasnya lagi mari kita langsung saja ke TKP nya!!!!


1.      Alat dan Bahan yang digunakan
Alat:
a.       Power Supply                                      1 Buah
b.      Solder                                                  1 Buah
c.       Solder Atractor                                   1 Buah
d.      Pinset                                                  1 Buah
e.       Project Board                                      1 Buah
f.       AVOmeter                                          1 Buah
Bahan:
a.       IC Mikrokontroler AT89S51              1 Buah
b.      Resistor 10 Ω                                      5 Buah
c.       Resistor 330Ω                                     2 Buah
d.      LED                                                    12 Buah
e.       Relay 12V                                           2 Buah
f.       Kabel                                                   2 meter
g.      Timah                                                  1 meter
h.      PCB polos                                           1 Buah
i.        Push Button                                        8 Buah
j.        Buzzer                                                 1 Buah
k.      IC 7805                                               3 Buah
l.        Transistor TIP 41                                9 Buah

2.      Diagram Blok
  

3.      Gambar rangkaian 



4.      Prinsip Kerja Rangkaian
 Rangkaian ini  terdiri dari dua rangkaian yaitu timer dan pengontrol. Timer bekerja dengan menggunakan program  Delphi7 yang didalam programnya terdapat dua settingan waktu yaitu untuk lampu listrik dan bel. Dalam mensetting waktu dilakukan satu kali yaitu pada saat program dijalankan. Untuk setting penyalaan lampu pada pukul 17.00 dan untuk mematikan  lampu pada pukul 06.00. Sedangkan untuk setting penyalaan bel pada pukul 08.00 (bel tanda masuk), pukul 12.00 (bel tanda istirahat) dan pukul 17.00 (bel tanda pulang).
Rangkaian pengontrol menggunakan IC Mikrokontroler AT89S51 yang program didalamnya menggunakan bahasa assembly. Didalam program tersebut terdapat dua program utama yaitu program  menyalakan dan mematikan  lampu  secara bergantian serta program menyalakan bel. Program tersebut akan bekerja berdasarkan inputan yang diberikan. Inputan berasal dari timer yang menggunakan program Delphi7 dan dijalankan  pada PC komputer. Output dari PC komputer dihubungkan dengan port paralel (DB25) dengan mengambil pin 2 dan 3 sebagai output dan ground (GND). Pin 2 dan 3 kemudian dihubungkan dengan rangkaian driver berupa transistor dan relay. Fungsi dari relay ini untuk memberikan logika 0 pada kaki P3.0 dan P3.1 pada IC Mikrokontroler.
Apabila program Delphi7 dijalankan dan rangkaian pengontrol dinyalakan maka rangkaian akan berjalan. Bila pin 2 pada DB25 berlogika 1, maka rangkaia driver akan berjalan dan P3.0 akan berlogika 0. Pada saat belogika 0, maka program pada IC mikro akan berjalan dan meng-ONkan driver sehingga lampu listrik akan menyala secara bergantian. Bila pin 2 pada DB25 berlogika 1 lagi, maka rangkaian driver akan berjalan dan P3.0 akan berlogika 0 lagi. Pada saat belogika 0, maka program pada IC mikro akan berjalan dan meng-OFFkan rangkaian driver sehingga lampu listrik akan mati secara bergantian.  Hal ini berlaku pada program penyalaan bel. Bila pin 3 pada DB25 berlogika 1, maka rangkaia driver akan berjalan dan P3.1 akan berlogika 0. Pada saat belogika 0, maka program pada IC mikro akan berjalan dan meng-ONkan driver sehingga bel akan menyala beberapa detik dan mati lagi. Hal ini akan berulang sesuai dengan settingan pada program Delphi7.


5.   Flow Chart Program


      Kalau ingin mengetahui listing programnya baik pada delphi dan mikrokontrolernya, serta tampilan delphi silahkan download disini

Rabu, 26 Oktober 2011

PERENCANAAN DESAIN ROBOT PERAKIT PNEUMATIK PISTON

            Berikut ini saya akan menjelaskan mengenai tugas yang pernah saya buat dari bu dosen saya, yaitu mengenai perancangan dari sebuah robot/mesin perakit pneumatik piston. jadi disini penulis merancang bagaimana pemilihan lengan serta jenis robot yang digunakan untuk menempatkan komponen pada tempat plannya, selain itu juga dirancang bagaimanakah pergerakan dari lengan robot tersebut dan juga bagaimana letak-letak dari lengan-lengan robot tersebut.untuk lebih jelasnya mari kita lihat ke TKP..........................!



DESAIN ROBOT

A.       Perencanaan Desain Robot
Ø  Lengan Robot yang Digunakan Beserta Grippernya
1.      Lengan 1 :
-      pada lengan robot ini menggunakan jenis robot artikulasi dengan pengerak motor steper, kerena robot yang dibutuhkan adalah robot yang mempunyai banyak arah gerakan sehingga kami memilih menggunakan robot jenis ini.
-      menggunakan gripper mekanik untuk komponen 1 (piston) aluminium & komponen 2 per (spring). Menggunakan gripper mekanik karena komponen yang digunakan berbentuk silinder sehingga membutuhkan desain griper yang dapat menggenggam atau mencengkeram dan menahan objek. Gripper mekanika memiliki dua jari sehingga dapat mencengkeram sekaligus menahan komponen piston aluminium dan per (spring) dengan baik.


Gambar lengan robot dan gripper

Ø  Komponen yang akan diambil :
                                    Gambar komponen 1                          Gambar komponen 3

2.      Lengan 2 :
-      Pada lengan robot ini menggunakan jenis robot artikulasi dengan pengerak motor steper, kerena robot yang dibutuhkan adalah robot yang mempunyai banyak arah gerakan sehingga kami memilih menggunakan robot jenis ini.
-      Menggunakan gripper mekanik pencengkeram dalam untuk komponen 2 (piston stop). menggunakan gripper ini karena komponen yang digunakan berbentuk silinder, tetapi pada bagian luar atasnya terdapat tonjolan yang agak panjang dan tipis sehingga bila menggunakan gripper mekanik pencengkeram/penggenggam luar akan terjadi kesulitan untuk menggenggamnya. Gambar komponen tampak seperti dibawah :
-     
Gambar lengan robot dan gripper

Ø  Komponen yang akan diambil :

                                                                   Gambar komponen 2
3.      Lengan 3 :
-      pada lengan robot ini menggunakan jenis robot artikulasi dengan pengerak motor steper, kerena robot yang dibutuhkan adalah robot yang mempunyai banyak arah gerakan sehingga kami memilih menggunakan robot jenis ini.
-      menggunakan gripper magnet untuk komponen 4 (penutup). Menggunakan gripper magnet pada komponen ke-4 atau pada komponen cover (steel) ada beberapa tinjauan:
1)      Ditinjau dari hemat listrik : ketika menggunakan gripper magnet tidak dibutuhkannya arus tambahan yang berarti akan menghemat energi pada sistem robot.
2)      Ditinjau dari segi ukuran benda: Gripper magnet memiliki kemampuan untuk menangani logam yang berlubang (pada komponen cover/steel berlubang). Selain itu ukuran dari benda yang akan diambil terlalu tipis untuk diambil dengan griper yang lain.

                                            Gambar lengan robot dan gripper
                                                                        
Gambar lengan robot dan gripper
Ø  Komponen yang akan diambil :
Gambar komponen 4
4.      Lengan 4 :
-          Menggunakan gripper obeng untuk komponen 5 yaitu baut (screw).
-          Menggunakan lengan SCARA (selectifve assembly robot arm) karena fungsi pergerakan dari lengan ini banyak digunakan untuk pergesaran kekanan dan kekiri.


B. Desain alas/tempat (jigs and fixture) untuk penempatan benda yang akan dirakit
1.      Untuk Penempatan Komponen Utama (Main Frame)
            Komponen utama (Main Frame) ini diletakkan diatas sebuah konveyor. Untuk penempatan jarak antar komponen utama disesuaikan dengan kebutuhan. Selain itu agar komponen utama pada konveyor tidak bergerak, maka pada konveyor diberi penjepit/jigs. Gambar seperti tampak dibawah ini :



                       
                                                        Tampak atas                        Tampak depan
Gambar desain konveyor untuk kom. Utama     
  
2.      Untuk Penempatan Komponen 1 (Piston), 2 (Piston Stop), 3 (spring), dan 4 (tutup)
Untuk penempatan komponen 1, 2, 3 ini diletakkan diatas konveyor, komponen diletakkan berjajar satu satu. Untuk penempatan jarak antar komponen disesuaikan dengan kebutuhan. Gambar seperti tampak dibawah ini :

·         Penempatan Komponen 1 (Piston)

            Tampak atas                                 Tampak depan

·        Penempatan Komponen 2 (Piston Stop)

Tampak atas                            Tampak depan



                  ·         Penempatan Komponen 3 (spring)
 
            Tampak atas                                       Tampak depan 

·         Penempatan Komponen 4 (Penutup)

            Tampak atas                                      Tampak depan




3.      Desain untuk komponen 5 (Baut)
Untuk komponen lima ini kita harus memposisikannya terlebih dahulu agar nati pada saat pengambilannya mudah. Untuk memposisikan komponen ini kita menggunakan Outlet Vibrator Bowl. Cara kerja dari Outlet Vibrator Bowl yaitu alat ini akan bergetar sehingga screw didalam wadah akan bergetar, apabila bergetar maka screw akan berjalan melewati track. Pada saat di track inilah screw akan diseleksi dan selanjutnya screw yang telah terposisikan akan masuk ke track selanjutnya.
Gambar vibratory bowl feeder
Gambar track pada vibratory bowl feeder
                                               


C. Cara Kerja Sistem Robot
Komponen utama telah diletakkan dalam konveyor. Di konveyor ini komponen utama telah dijepit/dikunci agar pada saat konveyor digerakkan tidak bergerak. Apabila komponen utama ini menganai sensor infra red 1 maka konveyor akan berhenti. Pada saat konveyor berhenti pertama kali maka secara otomatis robot lengan satu akan mengambil komponen 1 (piston) dan meletakkannya pada tempat yang sudah ditentukan di komponen utama. Setelah komponen satu terpasang maka robot 2 akan mengambil komponen tiga. Sebelum komponen tiga diletakkak pada komponen utama, terlebih dahulu robot lengan dua mengambil komponen dua dan meletakkannya pada komponen utama, setelah robot lengan dua kembali ke posisi semula maka barulah robot lengan satu bekerja meletakkan komponen tiga ke komponen utama. Setelah robot lengan satu kembali keposisi semula maka konveyor akan bergerak kembali. Kemudian komponen utama akan kembali berhenti setelah menghalangi sensor infra red 2. Setelah komponen utama berhenti maka robot lengan 3 akan mengambil komponen 4 dan meletakkannya pada komponen utama. Karena sebenya terdapat komponen 3 (per) maka robot lengan 3 akan menekan komponen 4 (tutup) agar komponen dapat melekat diatas komponen utama. Setalah komponen 4 melekat maka robot lengan 4 akan bekerja meletakkan komponen 5 (baut) ke komponen utama. Setelah komponen 5 sudah terpasang semuanya maka robot lengan 4 akan kembali ke posisi semula selanjutnya disusul robot lengan 3 juga akan kembali ke posisi semula. Setelah robot lengan 3 kembali ke posisi semula maka konveyor akan bergerak kembali (komponen utama akan diletakkan pada konveyor yang lain untuk dilakukan proses berikutnya). Kemudian seterusnya akan terjadi proses yang sama untuk komponen utama yang lain.

D. Sensor Yang Digunakan
1.      Sensor Infra Red
      Sensor infra red digunakan untuk mendeteksi benda/komponen kerja. Sehingga bila benda kerja menghalangi cahaya yang mengenai sensor ini maka secara otomatis konveyor akan berhenti.
2.      Sensor Kamera
Sensor kamera digunakan untuk mendeteksi benda atau komponen apakah benda sudah berada pada posisi yang benar, misalnya; posisi baut, posisi lubang yang akan dibaut. Peletakan sensor iniditempatkan pada lengan robot 4.


Untuk melihat tataletak lengan robot klik disini















 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes